Profil
Sejarah
Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri–Universitas Diponegoro (S.Tr. TRKI) merupakan transformasi dari Program Studi Diploma Teknologi Kimia yang diselenggarakan oleh Departemen Teknologi Industri, Sekolah Vokasi, Universitas Diponegoro. Program Studi TRKI SV UNDIP didirikan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, baik secara kognitif maupun ketrampilan non-teknis (soft skills) untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di bidang teknik kimia melalui penyelenggaraan pembelajaran vokasi, penelitian terapan, penciptaan karya inovatif dan teruji, serta menerapkannya dalam memecahkan permasalahan dalam dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui pendekatan inter/multi disipliner.
Sejarah panjang berdirinya Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri bermula dari berdirinya Akademik Teknologi Negeri (ATN) Tahun 1962. Kemudian dibentuknya Pendidikan Ahli Teknik (PAT) di Universitas Diponegoro pada tahun 1967. Berdirinya PAT di Universitas Diponegoro ini merupakan tindak lanjut dari penggabungan Akademi Teknologi Negeri (ATN). Saat itulah pertama kalinya program teknik kimia dibentuk dan pada tahun 1983 menjadi Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT). Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0312/0/1991 tanggal 6 Juni 1991 tentang Penutupan dan Pengintegrasian Fakultas Non Gelar dalam lingkungan Universitas dan Institut, maka pada tahun akademik 1992/1993 secara resmi Fakultas Non Gelar Teknik berubah menjadi Program Diploma III Teknik di bawah Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Kebijakan ini yang memaksa fakultas tersebut dihapus berubah menjadi Program Diploma di bawah Fakultas Teknik.
Pada perkembangan berikutnya mulai tahun 2016, seluruh Program Diploma di lingkungan Universitas Diponegoro disatukan dalam wadah Sekolah Vokasi berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 52 Tahun 2015. Untuk menjawab peraturan pemerintah tersebut maka Rektor Universitas Diponegoro mengeluarkan surat keputusan Nomor: 1250/UN7.P/HK/2016 tentang pendirian Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Berdirinya Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro bermula dari kondisi pada Universitas Diponegoro terkait tata kelola program Diploma. Sampai dengan tahun 2016, Program Diploma di Universitas Diponegoro masih dikelola oleh Fakultas masing-masing. Dengan adanya pembatasan yang jelas antara pendidikan pada jenjang vokasi dan jenjang akademik, maka program Diploma di Universitas Diponegoro dikumpulkan dalam satu pengelolaan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV UNDIP).
Dalam perjalanannya demi terlahirnya sumber daya manusia yang berkompetensi sesuai dengan kebutuhan jaman maka pemerintah mendorong proses pembukaan dan peningkatan taraf dari pendikan vokasi, dan diharapkan sesuai dan selaras dengan kebutuhan industri/pengguna. Pada tanggal 5 april 2017, Rektor Universitas Diponegoro secara resmi mengeluarkan surat nomor 179/UN7.P/HK/2017 tentang pendirian D4 Rekayasa Teknologi Kimia Industri, menggantikan surat keputusan nomor 363/Kemenristekdikti/Kep.1998. Hal ini secara tidak langsung menjadi penanda untuk ditutupnya Program Studi DIII Teknik Kimia dan berubah menjadi Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri.