Masalah limbah organik di Indonesia semakin meningkat seiring dengan tingginya produksi pangan, termasuk pisang yang mencapai 9,3 juta ton pada tahun 2023. Sebagian besar limbah kulit pisang hanya dibuang atau dijadikan pakan ternak tanpa nilai tambah, padahal kulit pisang kepok (Musa acuminata balbisiana) mengandung hingga 17% selulosa yang potensial untuk dimanfaatkan. Melihat hal ini, Tim Agrevata dari Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi ramah lingkungan bertajuk “From Waste to Watts: Green Extraction of Cellulose from Kepok Banana Peel via Microwave-Assisted Extraction for Sodium-Ion Battery Applications.”
Inovasi ini mengantarkan Tim Agrevata meraih penghargaan Best Poster dalam ajang CREATION (Chemical Engineering Research Competition) 2025 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) Universitas Diponegoro. Tim yang terdiri dari Zuriel Nicholas Ferdinan Tampubolon dan Bayu Surya Kusuma dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi UNDIP, serta Ken Sebastian dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) UNDIP, dibimbing oleh Sri Risdhiyanti Nuswantari, S.Tr.T., M.T.
Melalui pendekatan Microwave-Assisted Extraction (MAE), tim ini mampu mengekstraksi selulosa murni dari limbah kulit pisang kepok secara efisien dan ramah lingkungan. Metode MAE memungkinkan proses ekstraksi berlangsung hanya dalam waktu 14 menit dengan tingkat kemurnian mencapai 85%, jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional yang boros energi dan bahan kimia.
Selulosa hasil ekstraksi tersebut kemudian digunakan sebagai prekursor anoda baterai sodium-ion (Na-ion), yang dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan baterai lithium-ion (Li-ion) karena bahan bakunya lebih melimpah, murah, dan aman terhadap lingkungan. Hasil karakterisasi dengan FTIR, XRD, dan SEM-EDX menunjukkan struktur kristalin dominan dan morfologi yang mendukung performa elektrokimia, sehingga menjanjikan potensi besar sebagai material penyimpan energi masa depan.
Dengan capaian tersebut, Tim Agrevata berhasil membuktikan bahwa kolaborasi lintas disiplin antara teknologi kimia industri dan ilmu peternakan mampu melahirkan solusi konkret untuk isu energi dan lingkungan. Keberhasilan mereka meraih Best Poster di CREATION 2025 menjadi bukti nyata bahwa semangat “From Waste to Watts” bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju masa depan energi hijau yang berkelanjutan.