Di tengah meningkatnya kesadaran global akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, salah satu limbah yang sering terabaikan adalah minyak jelantah. Banyak masyarakat yang membuangnya sembarangan, mengalirkan limbah tersebut ke saluran air, yang akhirnya menimbulkan pencemaran tanah dan air. Di sisi lain, produk pembersih lantai yang ada di pasaran masih banyak yang mengandung bahan kimia berbahaya, yang tak hanya membahayakan kesehatan manusia, tetapi juga merusak lingkungan. Menanggapi isu tersebut, lima mahasiswa Universitas Diponegoro, yaitu Fahmi Agil Prasetia, Dhea Khaililla Indiarti Parmono, Sigit Pramana, Hanin Nadiyah Al Muthi’ah, dan Syafiqa Mahera El Bukhary, yang dibimbing oleh Dr. Mohamad Endy Julianto, S.T., M.T., berhasil menciptakan solusi inovatif dan ramah lingkungan yang mereka beri nama BiVoClean (Bio Vocational Cleaner).
Minyak jelantah, limbah yang dihasilkan dari kegiatan memasak, sebenarnya menyimpan potensi besar sebagai bahan baku alternatif. Tim dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro memanfaatkan minyak jelantah bekas ini sebagai bahan utama dalam pembuatan pembersih lantai. Proses ini mengubahnya dari limbah yang dianggap tak berguna menjadi produk yang memiliki manfaat higienis dan bernilai. Selain itu, mereka juga menambahkan ekstrak daun kemangi, yang terkenal sebagai bahan kuliner, namun memiliki sifat antibakteri alami dan aroma yang menyegarkan. Senyawa aktif yang terkandung dalam kemangi, seperti flavonoid, fenol, dan minyak atsiri, berfungsi sebagai disinfektan alami, memberikan manfaat ganda bagi pembersih lantai ini.
Proses pembuatan BiVoClean dimulai dengan mengolah minyak jelantah melalui proses hidrolisis dan esterifikasi untuk menghasilkan senyawa ester. Kemudian, dilakukan ekstraksi senyawa bioaktif dari daun kemangi yang memiliki kandungan antibakteri alami. Hasil dari reaksi ester ini kemudian dicampurkan dengan ekstrak daun kemangi, air suling, dan pengemulsi alami untuk menghasilkan pembersih lantai yang tidak hanya efektif dalam membersihkan, tetapi juga melindungi lantai dari mikroorganisme berbahaya.
BiVoClean memiliki potensi pasar yang besar, terutama di Indonesia, di mana penggunaan pembersih lantai adalah kebutuhan sehari-hari di rumah tangga, sekolah, dan perkantoran. Konsumen kini semakin sadar akan pentingnya produk yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman bagi kesehatan dan lingkungan. Produk ini memberikan dampak positif secara ekologis dan sosial. Dari segi lingkungan, BiVoClean mencegah pencemaran akibat minyak jelantah dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis. Secara sosial, BiVoClean membuka peluang untuk pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga dan pemberdayaan komunitas lokal. Dengan demikian, BiVoClean menjadi contoh nyata dari konsep ekonomi sirkular dan inovasi hijau yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pembersih lantai, BiVoClean adalah simbol perubahan perspektif bahwa limbah bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai. Inovasi ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kreativitas generasi muda dapat menghasilkan solusi konkret yang tidak hanya bermanfaat bagi kebersihan fisik tetapi juga bagi kelestarian lingkungan. BiVoClean adalah langkah kecil menuju masa depan Indonesia yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan