Semarang, 20 April 2025 – Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP), kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Dalam ajang bergengsi Jakarta International Science Fair (JISF) 2025 Online Competition yang digelar pada 15–17 April 2025, dua tim riset dari komunitas Kayovoks Chem-E-Car UNDIP sukses menyabet dua medali emas sekaligus dalam dua kategori berbeda: Engineering dan Environmental Science.
Inovasi Ramayana: Mobil Tanpa Emisi yang Digawangi Reaksi Kimia
Tim pertama, yang menamakan diri mereka Kayovoks Ramayana, menorehkan prestasi di kategori Engineering dengan karya berjudul “Advancing Green Automotive Prototypes: Chemical Reaction-Driven Oxygen Generation and Pneumatic Propulsion”. Mereka menciptakan prototipe kendaraan Chem-E-Car yang digerakkan oleh gas oksigen hasil dekomposisi hidrogen peroksida (H₂O₂) menggunakan katalis kalium permanganat (KMnO₄). Oksigen ini kemudian menjadi tenaga pendorong sistem pneumatik, menjadikannya sebagai mobil miniatur tanpa emisi dan sangat ramah lingkungan.
Tim ini terdiri dari mahasiswa berbakat: Akhmad Surya Adi Maulana, Muhammad Zidan Fadilah, Devano Gothicardo, Rizki Ananda, Ilyas Nur Hidayat, dan Hamaz Al-Fauzan. Mereka berhasil membuktikan bahwa prinsip-prinsip dasar reaksi kimia dapat dimanfaatkan untuk menciptakan kendaraan bertenaga bersih yang aplikatif.

IO-Kayovoks: Mobil Listrik Canggih dengan Teknologi Baterai Aluminum-Air
Sementara itu, tim kedua yang dikenal sebagai IO-Kayovoks Team mengukir prestasi di kategori Environmental Science. Mereka mempresentasikan karya berjudul “The Potential of Aluminum-Air Batteries as a Green Energy Source: Design and Implementation in an Electric Vehicle Car Application”. Tim ini mengembangkan mobil listrik bertenaga Aluminum-Air Batteries, yang dikenal memiliki kepadatan energi tinggi serta menghasilkan nol emisi.
Tak hanya itu, kendaraan ini juga dilengkapi sistem keselamatan canggih berbasis iodine clock reaction dan sensor laser dengan tingkat presisi tinggi untuk sistem pemberhentian otomatis. Tim ini terdiri dari Maya Qisthina Gaissani (Ketua), Maeza Dhenta Purniawan, Mochammad Wibisono Faizun Sunarko, M. Dio Pratama, David Auza Sitanggang, dan Inas Taqiyyah.
Mahasiswa Vokasi UNDIP Buktikan Daya Saing Global
Keberhasilan dua tim ini membuktikan bahwa mahasiswa vokasi tak hanya mampu bersaing, tetapi juga dapat unggul di ajang internasional lewat riset aplikatif dan inovasi teknologi. “Lewat riset ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa vokasi juga bisa menjadi pelopor solusi berkelanjutan untuk masalah energi dan lingkungan global,” ujar Maulana, perwakilan tim Ramayana.
Capaian luar biasa ini tentunya tidak lepas dari peran aktif dosen pembimbing, Abdullah Malik Islam Fillardli, S.T., M.T., yang secara konsisten membina dan mengarahkan proses penelitian kedua tim—mulai dari eksperimen hingga penyusunan karya ilmiah.

Dukungan Kampus dan Harapan Masa Depan
Apresiasi tinggi juga diberikan kepada Sekolah Vokasi UNDIP dan Laboratorium Teaching Factory sebagai tempat tumbuhnya inovasi dan teknologi baru. Keberhasilan ini turut menegaskan posisi Kayovoks Chem-E-Car UNDIP sebagai pionir kendaraan berbasis energi hijau di Indonesia.
Ketua Program Studi TRKI, Mohamad Endy Julianto, turut menyampaikan rasa bangga dan harapannya. “Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa invensi dari sivitas akademika vokasi memiliki daya saing tinggi di level global. Kami berharap kegiatan riset dan inovasi seperti ini dapat terus tumbuh dan menjadi solusi atas berbagai tantangan masyarakat.”
Dengan capaian gemilang ini, mahasiswa Vokasi UNDIP tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membuktikan bahwa masa depan energi hijau di Indonesia bisa lahir dari tangan-tangan kreatif generasi muda kampus.