Miniplant BioDiesel ini diinisiasi oleh salah satu dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro bernamakan Mohamad Endy Yulianto, S.T., M.T. bersama 18 mahasiswanya. Dalam perancangannya, miniplant biodiesel ini terpasang dengan kapasitas 1000 L per 8 jam. Bahan baku yang digunakan adalah multi fuel yang bisa digunakan untuk berbagai jenis minyak, baik diantaranya Crude Palm Oil (CPO), Red Palm Oil (RPO) minyak nyamplung, minyak jarak, miyak kemiri dan masih banyak lagi.

Saat ini miniplant biodiesel yang beroperasi di Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro menggunakan bahan bakar bekas berupa minyak jelantah. Pada dasarnya, pada alat ini terdiri dari tiga tahapan proses diantaranya sebagai berikut.
- Persiapan bahan baku yang terdiri dari filter
- Seksi reaksi meliputi reaktor transesterifikasi dan reaktor esterifikasi
- Purifikasi biodiesel bertujuan agar produk biodiesel yang didapatkan memenuhi spesifikasi dengan melepaskan gliserol dan impurities lain.
Bahkan pada TRKI Sekolah Vokasi Undip juga memiliki distilasi yang dapat digunakan sebagai me-recovery biodiesel excess sebagai umpan di dalam reaktor baik reaktor transesterifikasi dan reaktor esterifikasi. Disisi lain, kita juga bermitra dengan PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) yang bergerak di bidang logistik dengan armada 1500. Dimana, PT. BGR ini memanfaatkan biodiesel kita sebagai supply bahan bakarnya. Selain itu, dari kerjasama ini kita memperoleh bahan baku berupa minyak goreng bekas dengan sistem online sehingga lebih mudah dan terpenuhi. “Alhamdulillah Sekolah Vokasi Undip kami bisa bekerjasama dengan PT. Bhanda Ghara Reksa (BGR) di Semarang. Harapan dari kerja sama ini nantinya didapatkan produksi biodiesel yang telah dipisahkan dari gliserol dan impurities lain” tutur Endy.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan bekal kepada mahasiswa dengan dapat mengoperasikan alat ini dan tersertifkasi secara kompeten sehingga meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia untuk siap bekerja sesuai dengan perwujudan dari 17 indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) adalah ‘Pendidikan yang Berkualitas’.